Jumat, 15 Desember 2017

bentuk mobilitas social

Beberapa bentuk mobilitas social
a.       Mobilitas social horizontal
Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek social lainnya dari suatu kelompok  social   ke kelompok social lainnya yang sederajat. Tidak terjadi perubahan    dalam derajat  kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya.
b.      Mobilitas social vertical
Mobilitas social vertical adalah perpindahan individu atau obyek-obyek social dari suatu  kedudukan social ke kedudukan  social lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, mobilitas social vertical dapat dibagi menjadi dua, mobilitas vertical ke atas  dan mobilitas social vertical ke bawah
A, Mobilitas vertical ke atas ( Sosial Climbing)
Mobilitas vertical ke atas mempunyai dua bentuk yang utama, yaitu (1)  Masuk ke dalam kedudukan yang  lebih  tinggi  , yaitu masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan  rendah kedalam kedudukan yang  lebih tinggi, dimana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya.  (2) Membentuk kelompok  baru yaitu pembentukan suatu kelompok baru yang memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya , misalnya dengan mengangkat  diri menjadi ketua organisasi.
B, Mobilitas vertical ke bawah ( Sosial Sinking)
Mobilitas vertical ke bawah mempunyai dua bentuk utama yaitu turunnya kedudukan dan turunnya derajat kelompok. Turunnya kedudukan bilamana kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah. Turunnya derajat kelompok. Derajat sekelompok individu menjadi turun yang berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.
c.       Mobilitas antargenerasi
Mobilitas antar generasi umunya  berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu,generasi anak,generasi cucu dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan  perkembangan taraf hidup,baik naik maupun turun dalam suatu generasi. Penekannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status social suatu generasi  ke generasi lainnya.
d.      Mobilitas intra generasi
Mobilitas intra generasi adalah  mobilitas yang terjadi didalam satu kelompok generasi yang sama. Contoh : pak Amin adalah seotang buruh. Ia memiliki anak yang bernama Endra yang menjadi tukang becak . KEmudian istrinya melahirkan anak yang kedua yang diberi nama Riki yang awalnya menjadi tukang becak juga. Tetapi Riki lebih beruntung sehingga bisa mengubah statusnya menjadi seorang pengusaha becak , sementara Endra tetap menjadi tukang becak . perbedaan status social antara ENdra dengan adiknya disebut mobilitas intragenerasi.
e.       Gerak social geografis
Gerak social ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah yang lain seperti transmigrasi , urbanisasi,dan migrasi.
4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas social
Mobilitas social dipengaruhi oleh factor-faktor berikut :
a.       Perubahan kondisi social
Struktur kasta dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar masyarakat . Misalnya kemajuan teknolohi membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas. Perubahan ideology dapat menimbulkan stratifikasi baru
b.      Ekspansi territorial dan gerak populasi
Ekspansi territorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan cirri fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas social , misalnya perkembangan kota , transmigrasi , bertambahnya dan berkurangnya penduduk.
c.       Komunikasi yang bebas
Situasi-situasi yang menbatasi komunikasi antar strata yang beraneka ragam memperkokoh garis pembatas diantara strata yang ada dalam pertukaran pengertahuan dan pengalaman di antara mereka dan akan menghalangi mobilitas social. Sebaliknya , pendidikan dan komunikasi yang bebas serta efektif akan memudarkan semua batas garis dari strata social yang ada dan merangsang mobilitas sekaligus menerobos rintangan yang menghadang.
d.      Pembagian kerja
Besarnya kemungkinan bagi terjadinya mobilitas dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada. Jika tingkat pembagian kerja tinggi dan sangat dispesialisasikan , maka mobilitas akan menjadi lemah dan menyulitkan orang bergerak dari satu strata ke strata yang lain kare spesialisasi pekerjaan menuntut keterampilan khusus. Kondisi ini memacu anggota masyarakatnya untuk lebih kuat berusaha agar dpaat menempati staus social.
5.      Saluran-saluran mobilitas social
a.       Angkatan bersenjata
Angkatan bersenjata apapun namanya di suatu Negara merupakan salah satu saluran mobilitas social. Angkatan bersenjata merupakan organisasi yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas vertical ke atas mellaui tahapan yang disebut kenaikan pangkat.
b.      Lembaga-lembaga keagamaan
Lembaga-lembaga keagamaan dapat mengangkat staus social seseorang, misalnya yang berjasa dalam perkembangan Agama seperti Kyai, Santri , Uztad , Biksu , Pendeta dan lain sebagainya
c.       Lembaga pendidikan
Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkrit dari mobilitas vertical ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi.
d.      Organisasi politik
Seperti angkatan bersenjata organisasi politik memungkinkan anggotanya yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk menempati jabatan yang lebih tinggi , sehingga status sosialnya meningkat.
e.       Organisasi ekonomi
Organisasi ekonomi dapat meningkatkan tingkat pendapatan sseorang. Semakin besar prestasinya , maka semakin besar jabatannya. Karena jabatannya tinggi akibatnya pendapatannya bertambah. Karena pendapatannya bertambah akibatnya kekayaannya bertambah pula. Dan karena kekayaannya bertambah , status sosialnya di masyarakat meningkat.
f.       Organisasi keahlian
Orang yang rajin menulis dan menyumbangkan pengetahuan kepada kelompok pasti statusnya akan dianggap lebih tinggi daripada pengguna biasa. Keterlibatan seseorang dalam suatu kelompok organisasi profesi atau keahlian mendorong yang bersangkutan mengalami perubahan social.
g.      Perkawinan
Sebuah perkawinan dapat menaikkan status seseorang. Seseorang yang menikah dengan orang yang memiliki status terpandang akan dihormati karena pengaruh pasangannya. Demikian halnya bila sebaliknya. Oleh karena itu , banyak ditemukan dlama masyarakat perkawinan yang tidak didasarkan rasa cinta kedua belah pihak tetapi didasakan upaya peningktan status social masing-masing pihak.
6.      Dampak mobilitas social
Gejala naik turunnya status social tentu memberikan konsekuensi-konsekuensi tertentu terhadap struktur social masyrakat. Konsekuensi-konsekuensi itu kemudian mendatangkan berbagai reaksi. Reaksi ini data berbentuk konflik. Ada berbagai macam konflik yang bisa muncul dalam masyarakat sebagai akibat terjadinya mobilitas :
a.       Konflik antar kelas
 Dalam masyarakat , terdapat lapisan-lapisan social karena ukuran-ukuran seperti kekayaan,kekuasaan dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas social, apabila terjadi perbedaan kepentingan antar kelas-kelas social yang ada di masyarakat dalam mobilitas social maka akan muncul konflik antarkelas. Contohnya demostrasi buruh yang menuntut kenaikan upah, menggambarkan konflik antar kelas buruh dengan pengusaha
b.      Konflik antarkelompok social
Di dlaam masyarakat terdapat pula kelompok social yang beraneka ragam. Diantaranya kelompok social berdasarkan ideology, profesi , agama , suku , dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain , maka akan timbul konflik. Contohnya tawuran pelajar, perang antar kampong , perang antar suku , perang antar geng dan lainnya.
c.       Konflik antar generasi
Konflik antargenerasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi muda yang ingin mengadakan perubahan. Contoh : Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.
d.      Penyesuaian kembali
Setiap konflik pada dasarnya ingin menguasai atau mengalahkan lawan. Bagi pihak-pihak yang berkonflik bila menyadari bahwa konflik itu lebih banyak merugikan kelompoknya, maka akn timbul penyelesaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi  kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa saling menghargai. Penyesuaian semacam ini disebut akomodasi.
e.       Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas. Contohnya seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat, agar mendapatkan kekayaan dimasa depan.
f.       Mobilitas social akan lebih mempercepat tingkat perubahan social masyarakat kearah yang lebih baik.Moilitas social yang terjadi pada masyarakat bisa mengakibatkan munculnya perubahan menuju yang lebih baik pada masyarakat.


KONFLIK SOSIAL

KONFLIK SOSIAL
1.  PENGERTIAN KONFLIK
Penegrtian konflik yang paling sederhana adalah “salaing memukul”. Tetapi definisi yang sedrhana itu tentu belum memadai , karena konflik tidak saja tamapk sebagai pertentangan fisik semata. Secara sosiologis, konflik  diartikan sebagai suatu proses social antara dua rang atau lebih yang erusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
2.  Factor-faktor atau akar-akar penyebab suatu konflik social
Jenis konflik cukup banyak, mulai dari perang terbuka , revoluis , pemogokan buruh , kerusuhan rasial , sampai dengan perkelahian antarinidvidu. Para sosiolog samapi sekarang masih menacari penyebab-penyebab konflik secar umum, pola-pola eskalasinya, cara penyelasaiannya dan berbagai konsekuensi yang ditimbulkan.
  • Factor-faktor yang dapat memicu terjadinya konflik antara lain :
a.   Perbedaan individu
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi factor penyebab konflik social, sebab dalam menjalani hubungan social , seseorang tidak selalu berjalan dengan kelompoknya.
b.  Perbedaan latar belakang kebudayaan
Tentu kamu masih ingat  bahwa dalam menjalani hubungan sosialnya , seseoang akan dipengaruhi oleh pola-pola pemikiran kelompoknya. Orang dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Ada yang diasuh dengan pola latihan kemandirian  yang akn mendorong seseorang menjadi berani dalam mengambil tindakan, bertanggung jawab , kritis tetapi agak individualis. Ada pula yang diasuh dalam lingkungan kebudayaan yang menerapkan pola ketergantungan. Dalam hal ini , seseorang akan cenderung bersifat kurang mandiri , menghargai orang lain , bersahabat dan tidak inidividualis.
c. Perbedaan kepentingan
Manusia memiliki perasaan , pendirian , maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Oleh karena itu dlam waktu yang bersamaan , masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berda-beda. Kadang-kadang orang dpaat melakukan hal yang sama , tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.
d. Perubahan-perubahan nilai yang cepat
Sebagaimana telah diketahui bahwa perubahan nilai terjadi disetiap masyarakat. Artinya nilai-nilai social , baik nilai kebenaran , kesopanan , maupun nilai material dari suatu benda mengalami perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berkangsung cepat atau bahkan mendadak, akan menyebabkan konflik social , misalnya pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik social sebab nilai-nilai lama pada masyrakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian cesara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyaraklat industry.
Menurut De Moor, dalam suatu system social hanya dapat dikatakan terdapat konflik jika para penghuni system tersebut membiarkan dirinya dibimbing oleh tujuan-tujuan yang bertentangan dan terjadi secara besar-besaran. Mengenai pembagian konflik social dalam masyarakat , Dahrendorf membedakan konflik menjadi empat macam , yaitu sebagi berikut :
a.       Konflik antara atau dalam peran social , misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi
b.      Konflik antara kelompok-kelompok social
c.       Konflik antara kelompok-kelompok yang terorganisisr dan tidak terorganisir
d.      Konflik antara satuan nasional , misalnya antara partai politik , antara negar-negara atau antara organisasi-organisasi internasional
Situasi-situasi oemicu konflik. Konflik yang terjadi di antara individu dalam menjalankan interaksinya banyak dibahs dalam studi psikolog social. Saalh satunya dikemukakan oleh Ursula Lehr. Menurut ilmuwan ini , kemungkinan-kemungkinan situasi yang dapat menimbulkan konflik adalah sebagai berikut :
a.       Konflik dengan orang tua sendiri
b.      Konflik dengan anak-anak sendiri
c.       Konflik dengan sanak keluarga
d.      Konflik dengan orang lain
e.       Konflik dengan suami atau istri
f.       Konflik di sekolah
g.      Konflik dalam pemilihan pekerjaan
h.      Konflik agama
i.        Konflik pribadi
  •  Suatu konflik tidak selalu mendatangkan sisi negatif  , tetapi kadang-kadang mendatangkan sesuatu yang positif. Segi positif dari suatu konflik adalah sebagai berikut :
a.       Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas
b.      Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai serta hubungan social dalam kelompok bersangkutan sesuai    kebutuhan individu atau kelompok
c.       Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu atau kelompok
d.      Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma yang baru
e.       Dapat berfungsi sebagi saran untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat
  •  Hasil atau akibat-akibat dari suatu konflik social adalah sebagai berikut :
a.       Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain
b.      Keretakan hubungan antarindividu
c.       Perubahan kepribadian individu
d.      Kerusakan harta benda dan bahkan hilangnya nyawa manusia
e.       Akomodasi, dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam pertikaian
  •  BENTUK-BENTUK KONFLIK
1. BERDASARKAN SIFATNYA
a.       Konflik destruktif , merupakan konflik yang mengakibatkan benturan fisik yang membawa kerugian jiwa dan harta benda. Konflik ini muncul karena rasa benci satu kelompok terhadap kelompok lain.
b.      Konflik fungsional, merupakan konflik yang menghasilkan perubahan atau consensus baru yang bermuara pada perbaikan. Konflik jenis ini berasal dari perbedaan antara dua kelompok tentang suatu masalah yang sama-sama mereka hadapi.
2. BERDASARKAN AKAR PERMASALAHANNYA
a.       Konflik agama
Salah satu factor utama pemicu konflik di masyarakat adalah masalah agama arau prinsip keagamaan.
b.       Konflik ideology
Ideology sebagai sebuah produk pemikiran social dapat digunakan sebagai alat pendorong sekumpulan manusia untuk mencapai cita-citanya. Namun sering kali istilah ideology ditafsirkan sebagai sesuatu yang negative karena mengandung unsure kefanatikan buta.
c.       Konflik politik
Konflik politik sebagai sesuatu yang menarik untuk dibahas karena permasalahan ini sebagai hal yang paling komplek di antara jenis-jenis yang lain.
d.       Konflik ekonomi
Perubahan-perubahan besar dalam sejarah peradaban umat manusia, terutama setelah munculnya jaman renaissance di Eropa, selalu menunjukkan pengaruh factor ekonomi. Karenannya , berbagai peristiwa besar yang menggerakkkan manusia dalam jumlah besar tidak pernah lepas dari persoalan kepentingan ekonomi. Imperialisme dan kolonialisme dari bangsa-bangsa eropa factor pendorong utamnya adalah alasan ekonomi.
e.       Konflik SARA
Sebagai gejala konflik , konflik akan selalu muncul pada setiap masyarakat karena antagonism atau perbedaan yang menjadi cirri dan penunjang terbentuknya masyarakat. Perbedaan-perbedaan social tidak mungkin dihindari karena adanya kelompok lapisan atas disebabkan terdapatnya fakta adanya lapisan bawah.
  • FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA KERUSUHAN SOCIAL YANG DISEBABKAN OLEH SARA ADALAH :
1.      Dinamika social ,ekonomi , budaya dan politik suatu daerah mempunyai potensi bagi terjadinya ketegangan social atau konflik
2.      Perimbangan kekuatan-kekuatan social seperti suku , agama , ras dan antargolongan yang hampir sama merupakan akar utama penyebab terjadinya kerusuhan
3.      Daerah dengan perimbangan antara penduduk asli dan pendatang yang timpang dilihat dari penguasaan aset ekonomi maupun politik, akan berpotensi munculnya konflik SARA
4.      Pola pemukiman penduduk yang heterogen dapat menjadi sumber konflik
5.      Adanya factor-faktor akselerator terjadinya konflik
f.             Konflik Sumber Daya Alam
Dalam beberapa tahhun terakhir ini fenomenna konflik sumber daya alam mencuat ke permukaan secara terbuka. Konflik itu tidak hanya terjadi dalam kegiatan ekspolitasi sumber daya alam yang tergolong “tidak dapat diperbaharui” seperti minyak dan mineral , tetapi juga yang tergolong “dapat diperbaharui”. Konflik sumber daya alam yang selama ini terjadi telah menimbulkan  kerusakan fisik , merugikan materi dan menyisakan tuntutab yang tidak mudah dipenuhi , seperti permintaan agar kawasan eksploitasi sumber daya alam dikembalikan kepada masyarakat.
g.       Konflik lingkungan hidup
Salah satu aset yang lazim ditempatkan sebagai bagian penting daam proses pembangunan adalah modal alam. Akumulasi aset ini ditambah dengan modal fisik bangunan , modal manusia , dan modal social sangat menentukan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahtraan masyarakat.  Upaya melindungi fungsi sumber sangat diperlukan karena memiliki kntribusi yang berharga bagi kehidupan masyarakat. Kerusakan fungsi sumber tentu saja akan menjadi malapetaka bagi kehidupan. Lingkungan yang tak terkontrol bukan saja berbahaya bagi kesehatan , tetapi juga akan mengganggu berbagai macam aktivitas social.


Definition of subjunctive (Pengertian Subjucntive)

Definition of subjunctive (Pengertian Subjucntive)
Subjunctive mempunyai beberapa pengertian umum  dengan deskripsi yang berbeda, namun mempunyai penekanan yang sama. Perhatikan beberapa definisi berikut ini:
  • grammar: of or relating to the verb form that is used to express suggestions, wishes, uncertainty, possibility, etc.  Dalam tata bahasa bahasa Inggris Subjucntive merupakan bentuk kata kerja (Verb) yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah saran, harapan, sebuah ketidak pastian dan kemungkinan dan lain-lain. makna subjunctive selalu bertolak belakang/berlawanan dengan fakta atau kenyataan yang sebenarnya.  
Subjucntive
  • Subjucntive is relating to, or constituting a verb form or set of verb forms that represents a denoted act or state not as fact but as contingent or possible or viewed emotionally (as with doubt or desire).
Subjucntive merupakan bentuk kata kerja atau sekelompok kata kerja yang menunjukkan sebuah tindakan atau pernyataan, yang mana tindakan dan pernyataan itu tidak terjadi/menjadi kenyataan melainkan hanya sebuah kemungkinan atau pandangan secara emosional berupa keraguan(Doubt) dan harapan (Wish).
  • Subjunctive adalah kata kerja (Verb) atau sekelompok kata kerja yang digunakan untuk membayangkan akibat dari  sesuatu yang tidak ada atau tidak terjadi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dapat berupa harapan (Wish), Saran (suggestion), dan kebutuhan (Requirement).

Form ( Bentuk Subjucntive)

Nah, sahabat IBI (IlmuBahasaInggris.Com), untuk pembahsaan bentuk subjunctive kayaknya kalian harus benar-benar perhatikan deh, mau tau kenapa? Karena sebagian besar kesalahan teman-teman pecinta bahasa Inggris tuh disisini.
Didalam banyak pembahasan subjunctive, sebagian besar dari kita tidak mengetahui bahwa bentuk kata kerja (Verb) yang digunakan dalam subjunctive adalah sama dengan yang digunakan dalam kalimat indicative mood.  Sehingga kita tidak tahu mana kata kerja (Verb) yang digunakan dalam Subjucntive dan mana verb yang digunakan dalam Indicative Mood.
Harus diingat bahwa  dalam Subjunctive tidak ada penambahan “ S” pada Kata ganti Orang Ketiga Tunggal (He, She, It), semua bentuk Verb “ BE” tetap “BE” dalam present tense dan berubah menjadi “WERE” dalam semua bentuk pada Past tense.  Sudah dicatat bukan?, sekarang perhatikan 6 Bentuk subjunctive berikut ini:


  1. Counterfactual (Berlawanan dengan Fakta)
Dalam bentuk ini seseorang mengungkapkan ide tau gagasannya yang berlawanan dengan kenyataan/ fakta.
Contoh. If I were you, I’d return it to the store. (seandainya waktu itu aku bersama mu, aku akan mengembalikannya ke took).
Faktanya: Waktu itu dia tidak sedang bersamanya, dan dia tidak mengembalikan sesuatu itu ke toko.
  1. Imperative (Perintah)
Dalam bentuk ke dua ini seseorang menggunakan subjunctive untuk mengekpresikan perintah dan permintaan.
Contoh. I demanded that she walk away. (Aku memintanya untuk pergi)
  1. Necessity (Keperluan/ kebutuhan)
Contoh. It is necessary that she fill out the form first. (ini sangat perlu, dia harus mengisi form ini terlebih dahulu)
  1. Proposition (Usulan/ saran)
    “We proposed that they reconsider the offer.” (Kami mengusulkan supaya dia dapat mempertimbangkan kembali tawaran itu)
  2. Supposition (anggapan/ perkiraan)
    dalam bentuk ini seseorang mengungkapkan sebuah possibility/ kemungkinan:
Contoh. “If I were to accept the position, I’d have to relocate.” (Kalau saja aku diterima di posisi itu, aku akan pindah)
  1. Wish (Harapan)
    “I wish that I were able to go back and do it over again.” (aku berharap, aku dapat kembali dan mengerjakannya lagi)










Formulation of Subjucntive (Rumus Subjucntive)

  1. Future Subjunctive (Pengandaian yang akan datang)
Rumus:
Wish
Subject (1) + wish + Subject (2) + Could / Would +Verb 1

  1. Present Subjunctive
Rumus:
Wish
Subject (1) + wish + Subject (2) + Verb 2 / were
As if /As though
Subject (1) + Verb 1 + as if + Subject (2) + Verb2 / were
Would rather
Subject (1) + would rather + Subject (2) + Verb 2 / were
If only
If only + Subject + Verb 2
  1. Past Subjunctive
Rumus:
Wish
Subject (1) + wished + Subject (2) + Had + Verb 3 / been
As if /As though
Subject (1) + Verb 2 + as if + Had + Verb 3 / been
Would rather
Subject (1) + would rather + Subject 2 + Had + Verb 3 / been
If only
If only + Subject + Had + Verb 3 / been







Usage of Subjucntive (Fungsi  Penggunaan Subjucntive)

  • As If / As Though
Digunakan untuk menyatakan sebuah keadaan yang tidak benar fakta atau kenyataannya.
  • Wish, Would Rather dan If Only
a)      Digunakan untuk mengungkapkan/ menyatakan sebuah keinginan atau harapan.
Namu harus diingat bahwa ada kata kerja (Verbs) tertentu, seperti  Demand, insist, recommend, suggest and kata Sifat (adjectives) seperti essential, important, vital diikuti dengan ‘that’ + subjunctive (mandative subjunctive) yang berfungsi untuk menjelaskan atau menekankan bahwa sesuatu harus dikerjkan (directive aspect). Perhatikan contoh dibawah ini:
  1. People demand that the troops be (Orang-orang menuntut bahwa Pasukan harus ditarik/mundur)
  2. It is important that everyone register. (Ini sangat penting bahwa setiap orang harus mendaftar)
Kalimat-kalimat dalam subjunctive jika diperhatikan terlihat sangat Formal. Oleh karena itu kita perlu menggunakan auxiliary. Tapi, jika directive aspect dalam kalimat tersebut sudah cukup jelas, kita tidak perlu menggunakan auxiliary, ini justru penggunaan main verb pada indicative mood bisa lebih disederhanakan.
Contoh.
  1. People demand that the troops areshould be (Orang-orang menuntut bahwa tentara seharusnya ditarik)
  2. It is important that everyone registers. (ini sangat penting bahwa setiap orang seharusnya mendaftar)
Tapi Harus Dicatat nih Biar sahabat IBI tidak lupa Perbedaan  subjunctive and indicative pada contoh berikut ini:
  1. Yetta insisted that Gibran be = She wanted him to be there. (directive aspect; subjunctive) Yetta mendesak Gibran hadir = Dia mengingikannya (Gibran) ada disana. (direk aspect; subjunctive)
  2. Yetta insisted that Gibran was = She knew that he really was there. (observation; indicative)Yetta mendesak Gibran untuk hadir pada waktu itu = dia tahu bahwa Dia (Gibran) benar-benar disana waktu itu.


Pengumuman dalam bahasa Inggris

An Advertisement

Ø  is an item or text in a newspaper on television or in the internet or in a public place which to persuade you to buy something, or which gives you informstion about an event or job vacancy.
Ø  Kinds of advertisement:
ü  Advertisement of product
ü  Advertisement of service
ü  Job vacancy
Ø  The languange that used to write the advertisement :
ü  Simple
ü  Clear
ü  Short
ü  Persuative (persuade or advertising usually begins with the sentence invitation)
ü  To make the reader belive and buys something and come.
Ø  The key word usually that used in advertisement are : to promote, to persuade, and to advertise.
Ø  The advertised product can be in the form of goods (example food, drinks, books etc), can also be services (example show, hotel, restaurant, massage etc.)

Example :
advertisement in product:

 Find the correct spelling and pronunciation
More than 80.000 words
With this Electronic dictionary
Made of strong plastics
Comes in two colors:Dark grey and light blue
Rp. 140.000

Advertisement in service:

Using best teaching methods by qualified teachers, you have found the right place to learn English.
Join us right now: Let’s speak English!!!
100% money back if you can’t speak English
Interested?
Find us on Jalan Cukang Jati 11. Gatot Subroto, Bandung.
For more details, visit us on
www.letsspeakenglish.com.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK8pvH4NA5x-j0ZbCDadUDxr7OMdceGgM91w07K_Gy_NEbA98OO4hXRJBk27m1pA10Z1XWqLQxv2pgtEuU2oTaUbaWF94wDXrB5DqYIP8Ctn73tPLP3eWlHUzz9fPvZfQJYdAzVjCO7DE/s320/iklan-bahasa-inggris-contoh.jpg